IKATAN KELUARGA ALUMNI 1995
MADRASAH ALIYAH ALI MAKSUM
(IKASEMALIA)
Pondok
Pesantren Krapyak Yogyakarta
Muqoddimah
Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan nikmat, kekuatan dan kesempatan untuk bertemu kembali
setelah delapan belas tahun kita berpisah sejak kelulusan kita dari Madrasah
Aliya Ali Maksum. Sholawat dan salam senantiasa kita sampaikan kepada junjungan
kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, shohatab, dan para pengikutnya hingga
akhir zaman.
Dunia islam yang sempat “tidak dikenal” barat adalah
sebagai akibat dihilangkannya jejak islam setelah runtuhnya dinasti usmani
Turki. Rasa nasionalisme Arab yang dibangkitkan oleh Inggris melalui Lawrence
of Arabia membuat dunia Arab berontak dan merasa hina dinaungi bangsa Turki. Dinasti
Islampun jatuh ke tangan sekuler yang mengabaikan aspek religi. Terlepas dari
system dunia mau dikelola secara khilafah atau nation state/sekuler seperti
yang kita jalankan sekarang, buatku tidak menjadi masalah karena aku meyakini
bahwa selagi diberi kebebasan, Islam bisa berkembang dengan system apa saja. Aku
teringat bahwa dalam literature keislaman, ada beberapa tokoh politik muslim
mengatakan tidak ditemukan naskah yang tegas dan rinci tentang bagaimana system
menjalankan sebuah pemerintahan.
Hingga hari ini jika kita ingin mengkaji apapun, terutama
dunia Islam, sangat ironi kita harus ke dunia barat yang notabene memiliki
lebih banyak dokumentasi sejarah dunia, termasuk dunia Islam. Ini masih
berlangsung sebagaimana kualami sendiri semasa di Aceh sering membantu rekan
seniorku seorang konsultan berkebangsaan Inggris yang juga berprofesi sebagai
arkeolog. Jika libur sering aku minta ikut dengannya ke daerah Benteng Inoeng
Bale yang terletak di daerah situs sejarah kerajaan Aceh di pinggir pantai. Di
sana aku sering membantunya mengorek-ngorek tebing dan tanah sekitar untuk
mencari pecahan keramik dan serpihan benda sejarah apapun. Semua dimasukkan ke
kantong kain khusus untuk diteliti di laboratorium di Singapore katanya karena
tidak ada di Indonesia.
Akibat dampak runtuhnya khilafah Islam yang dikomandani Turki,
membuat kita lalai dan kurang menghargai sejarah. Banyak dokumentasi diabaikan
begitu saja dari penghancuran perpustakaan akibat peperangan. Masih kita
rasakan pengabaian atas membaca misalnya. Pernah teman berdarah Arab-Betawi berkata
bahwa aku seperti Bule saja karena seringnya membaca dalam setiap kesempatan. Padahal dia lupa wahyu pertama adalah perintah
“Membaca”. Kekhawatiranku juga terhadap kehidupan pondok yang sudah banyak
melahirkan tokoh. Suatu saat aku membanyangkan ada sejarawan Pondok Pesantren
Krapyak. Untuk itu tulisan ini kubuat agar semua pemikiran bisa dibagi dengan
orang lain dan tidak hilang ditelan kealfaan.
Dari interview mua’allaf Barat yang aku amati, salah satu
aspek membuat mereka tertarik dan yakin dengan Islam adalah karena semua sumber
ada Sanadnya. Setiap permasalah selalu kita bilang “Aina dalil ya akhi?”. Aku
jadi teringat pak Ihsan pernah mengatakan salah satu hal yang dipunyai Islam
dan tidak dipunyai agama lain adalah Sanad. Tulisan ini dibuat dengan harapan
bisa berkontribusi sekalipun sebesar biji zarah atas peristiwa pertemuan Alumni
MA Alimaksum kelulusan 1995. Coretan ini juga dibuat sebagai tambahan sarana sharing
dan pelepas rindu yang masih belum terobati karena terbatasnya waktu bertemu
copy darat.
No comments:
Post a Comment