Tuesday, December 31, 2013



IKATAN KELUARGA ALUMNI 1995
MADRASAH ALIYAH ALI MAKSUM
(IKASEMALIA)
Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta
Jl. K.H. Ali Maksum, P.O. Box 1192 Yogyakarta - Indonesia



Muqoddimah



Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat, kekuatan dan kesempatan untuk bertemu kembali setelah delapan belas tahun kita berpisah sejak kelulusan kita dari Madrasah Aliya Ali Maksum. Sholawat dan salam senantiasa kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, shohatab, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Dunia islam yang sempat “tidak dikenal” barat adalah sebagai akibat dihilangkannya jejak islam setelah runtuhnya dinasti usmani Turki. Rasa nasionalisme Arab yang dibangkitkan oleh Inggris melalui Lawrence of Arabia membuat dunia Arab berontak dan merasa hina dinaungi bangsa Turki. Dinasti Islampun jatuh ke tangan sekuler yang mengabaikan aspek religi. Terlepas dari system dunia mau dikelola secara khilafah atau nation state/sekuler seperti yang kita jalankan sekarang, buatku tidak menjadi masalah karena aku meyakini bahwa selagi diberi kebebasan, Islam bisa berkembang dengan system apa saja. Aku teringat bahwa dalam literature keislaman, ada beberapa tokoh politik muslim mengatakan tidak ditemukan naskah yang tegas dan rinci tentang bagaimana system menjalankan sebuah pemerintahan.

Hingga hari ini jika kita ingin mengkaji apapun, terutama dunia Islam, sangat ironi kita harus ke dunia barat yang notabene memiliki lebih banyak dokumentasi sejarah dunia, termasuk dunia Islam. Ini masih berlangsung sebagaimana kualami sendiri semasa di Aceh sering membantu rekan seniorku seorang konsultan berkebangsaan Inggris yang juga berprofesi sebagai arkeolog. Jika libur sering aku minta ikut dengannya ke daerah Benteng Inoeng Bale yang terletak di daerah situs sejarah kerajaan Aceh di pinggir pantai. Di sana aku sering membantunya mengorek-ngorek tebing dan tanah sekitar untuk mencari pecahan keramik dan serpihan benda sejarah apapun. Semua dimasukkan ke kantong kain khusus untuk diteliti di laboratorium di Singapore katanya karena tidak ada di Indonesia.

Akibat dampak runtuhnya khilafah Islam yang dikomandani Turki, membuat kita lalai dan kurang menghargai sejarah. Banyak dokumentasi diabaikan begitu saja dari penghancuran perpustakaan akibat peperangan. Masih kita rasakan pengabaian atas membaca misalnya. Pernah teman berdarah Arab-Betawi berkata bahwa aku seperti Bule saja karena seringnya membaca dalam setiap kesempatan.  Padahal dia lupa wahyu pertama adalah perintah “Membaca”. Kekhawatiranku juga terhadap kehidupan pondok yang sudah banyak melahirkan tokoh. Suatu saat aku membanyangkan ada sejarawan Pondok Pesantren Krapyak. Untuk itu tulisan ini kubuat agar semua pemikiran bisa dibagi dengan orang lain dan tidak hilang ditelan kealfaan.

Dari interview mua’allaf Barat yang aku amati, salah satu aspek membuat mereka tertarik dan yakin dengan Islam adalah karena semua sumber ada Sanadnya. Setiap permasalah selalu kita bilang “Aina dalil ya akhi?”. Aku jadi teringat pak Ihsan pernah mengatakan salah satu hal yang dipunyai Islam dan tidak dipunyai agama lain adalah Sanad. Tulisan ini dibuat dengan harapan bisa berkontribusi sekalipun sebesar biji zarah atas peristiwa pertemuan Alumni MA Alimaksum kelulusan 1995. Coretan ini juga dibuat sebagai tambahan sarana sharing dan pelepas rindu yang masih belum terobati karena terbatasnya waktu bertemu copy darat.